Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, 2 April 2018

DARI JASAD TANAH

DARI JASAD TANAH
Daud Ahmad

Minha halakna kum
Wafi haa yuhyi kum
Waminnha nuiedukum
Tharatan ukhra...

Ingatlah wahai anak adam
Jasadmu tanah jua
Airmu sujud jua
Anginmu condong jua
Nur tetap berdiri dengan sendiri
Nur tetap sa tanpa lain

Dalam mengharap keampunan ...
Jiwa kosong
Tiada kepada ada...

Nokhtah di alam rahim
Alinsan di alam fana
Kamilkanlah kami
Agar noktah kembali ke noktah
Namun noktah terakhir
Kami menjadi wali....

02042018

Nukilan Daud Ahmad.

Tuesday, 27 March 2018

SENJA PULANG

SENJA PULANG
Namoku Payjai

Kami singgah di sini
Di tepi pantai ini
Berteman deruan ombak
Berteman desiran angin laut

Aku...kaku berdiri
Menikmati pemandangan indah ciptaan Ilahi
Kilauan pasir  diterpa mentari senja
Nyiur pun  melambai diterpa angin
Keajaiban ciptaan Tuhan

Mentari mulai menyembunyi diri
Di sebalik garisan laut yang cukup setia
Menunggu malam ke siang hari
Cinta alam yg teragung
Sungguh merasuk jiwa

Lukisan indah potret pantai temasya
Beriadah manusia berteman siapa
Tanpa tahu asal usul dan budaya
Bersama merasa ketenangan jiwa

Pantai Tanjung Batu
Namoku Payjai
GAPESA

Monday, 26 March 2018

BILA MALAM MENJEMPUT SEPI

BILA MALAM MENJEMPUT SEPI
Daud Ahmad

Malam...
Dalam gerimis
Sepi memaksa aku rindu
Masa nan lalu
Indah dalam pesona jiwa kita

Kasih....
Yang kusayang
Kasih kita noktahnya pilu
Kita terpaksa jua
Meleraikan cinta kita yang rapuh

Selagi malam
Masih menjemput sepi
Rindu maaih kutanggung
Entah bila masanya
Bencana di jiwa kecewa
Akan berakhir

Selagi malam
Masih menjemput sepi
Aku masih mengharapkan
Dalam doa keseorangan
Bahgia tetap bersamamu
Aku rasa bahgia..

Rindu.....
Pada kasih tiada
Doa tetap ku lafazkan
Dalam detik nafas
Agar ku temui
Bahgia...

25032018

Nukilan Daud Ahmad

Sunday, 11 March 2018

BARACUDA SI RAJA AIR

BARACUDA SI RAJA AIR
Daud Ahmad

Sekalung tahniah....
Dalam membina sata pasukan
Dalam bersama mencari kemenangan
Bergelar juara memang impian
Kerjasama yang utuh pita pengukur

Baracuda si raja air
Batang rimbas jadi saksi
Batang lupar tertunai janji
Jiwa mereka bersama si juara

Baracuda si raja air
Namamu terjulang
Tiga musim berturut di Pesta Bungin
Reggata Pusa tetap juara..
Banggalah...
Anda memburu kejuaraan
Dalam jiwa satu pasukan
Sukar dicari semangat yang jitu

Baracuda si raja air
Akan menjadi....
Acuan semangat pada yang lain
Si jerung putih masih mengejar
Si wali tak akan berdiam diri
Membara dendam darah muda
Itulah saudara dalam perjuangan

Baracuda si raja air
Berpesanlah pada diri
Berpesanlah pada pasukan
Diam mereka itu...
Di dalamnya......terselit rasa cemburu

Baracuda si raja air
Kocaklah setiap sungai
Semangat  itu..
Akan terpendam
Andai tiada lesinambungan perjuangan

Kami bangga...
Walau hanya pendengar cerita
Menjadi lagenda di suatuasa

Kami bangga
Walau kami takut....
Akan kacakan setiap sungai
Tersimpan misteri sendiri

Tahniah....
Anak saribas..

Nota. Tahniah pada penganjur pesta bungim.
           Tahniah pada peserta.
           Tahniah pada penonton
           Tahniah pada siapa yang terlibat.

11032018

Nukilan Daud Ahmad

Tuesday, 30 January 2018

AYAH IBU

AYAH IBU
Namoku Payjai

Ayah Ibu
Di kaca matamu
Tersimpan sejuta macam cerita
Di hati anakmu ini
Tersirat bermacam suka duka
Kerna cinta dan kasihnya padamu berdua

Ayah Ibu
Demi masa yang sesingkat ini
Demi saat yang sedikit ini
Sangat tidak mencukupi
Sangat mencemburui
Kasih sayang kita
Untuk bersama mencurahkan cinta

Ayah Ibu
Dipanjatkan doa pada Ilahi
Agar kita dipertemukan lagi
Agar sentiasa sihat yang berkekalan
Senang kita bersua bersama lagi
Jadi sebuah famili
Terpahat potret indah menghiasi diri

Namoku Payjai
GAPESA
300118, Bintulu

Tuesday, 23 January 2018

HARTA PUSAKA TERINDAH

HARTA PUSAKA TERINDAH
Cikgu Hj Justi Amban

Inilah rumah hartapusaka
Baginda Rasul s.a.w
tiada emas bergemerlapan
bukan intan berkilauan
tapi amal penenang kalbu
bekalan ukhrawi

Di rumah anugerah ini
tilawatlah semaumu
qiamlah semaumu
zikrillah yang panjang-panjang
memanjat hati ke langit malakut
melihat alam-alam ghaib
menggapai puncak redha
diri fana hakikatnya

Di rumah ketenangan ini
teruslah mengutip
kuntum-kuntum maghfirah
yang segar mewangi.

Cikgu Hj Justi Amban
serambipuisi
suraudarulmuwaffiqin
220118saratok

Wednesday, 17 January 2018

PERTEMBUNGAN SAHABAT LAMA

PERTEMBUNGAN SAHABAT LAMA
Daud Ahmad

Tersembanglah silam
Terhambur kata kenangan manis
Sukar dibayang
Akan perasaan dalam hati

Mengimbau kenangan lalu
Bercerita kekurangan diri
Mengkagumi kelebihan teman
Walau hanya secawan kopi
Masih terjalin
Keakraban
Yang disimpul sejak dulu

Terima kasih nenek...
Walaupun tak kenal
Cerita yang terdendang
Penuh pengajaran

Walau hanya kenal
Wajah....
Seorang pusa
Seorang mungkin sarabang
Cerita-ceriti
Dalam nostalgia

Terima kasih nenek
Terhibur sekejap
Dalam sepi
Pagi ini

Daerah Pusa sepi
Tengah minum kopi
Kedai Jaimi

Daud Ahmad
GAPESA
170118, Pusa

Tuesday, 16 January 2018

IMPIAN HATI LAYAR RIMBAS

IMPIAN HATI LAYAR RIMBAS
Daud Ahmad

Hampir sedekad masa berlalu
Tebingan yang sepi
Kala dulu
Kini menjadi laluan hebat...

Dapat mengisi saku kematu
Memenuhi masa dikala santai

Bakti....
Cukup bermakna...
Menyambung cinta antara cinta
Menyubur kasih sesama kekasih
Susur galurnya
Genarasi terdahulu
Saribas tandang sari...

Kini bergema....
Bisikan halus
Menyusuk jiwa
Menbusi kalbu kontang
Akan terbentang...
Satu laluan....
Tebingan kadap
Menyambung kasih
Ke tebingan tanjung lilin

Adakah bisikan cuma...
Adakah harapan cuma
Adakah tebu
Sentiasa ditanam dihujung bibir
Bagi mereka....
Meraih simpati
Merapat untung

Doakan....
Agar terlaksana segera...
Jambatan impian
Layar Rimbas....
Tercucuk tiangnya....
Bagi merealisasikan
Harapan tandang sari

Amin...
Pusa Dareah Sepi

16010218

Nukilan Daud Ahmad

Thursday, 11 January 2018

BERBAKTI SEPENUH JIWA

BERBAKTI SEPENUH JIWA
Daud Ahmad

Segak dengan pakaiannya..
Menjaga keamanan
Berselit jiwa berpergorbanan
Tanggungjawab dilaksana

Salahkah mereka..
Mesti kadangkala dikutuk..
Sedangkan mereka..
Memastikan keselamatan semua..

Fahami jiwa ini...
Tugas terkadang menyisksa diri
Tugas terkadang meminta simpati
Tugas dipasti memaksa kata.

Tahniah...
Andalah pelindung insan
Meskipun tidak disedari
Anda masih berjuang.

Lindunglah
Pada insan insan yang alpa

Daud Ahmad
GAPESA
100118, Pusa

Wednesday, 10 January 2018

CINTA ISAH KU ALAMI JUA

CINTA ISAH KU ALAMI JUA
Daud Ahmad

Dalam dilema ketenangan suasana
Melangkah kaki
Hari demi hari
Wajah dan senyumanmu....
Ku berbayang jua.

Tetap terhalang jua kasih ini
Walau berterusan
Memendam duka cinta
Masih ku rindu

Mengapa....
Hati dan perasaan
Tersemai cinta ini
Diibaratkan suci
Mencerca diri..

Haruskah...
Berlandaskan cinta
Isah dengan legendanya
Dalam bahagia
Bersemai derita...

Aku.....
Terpaksa alami jua
Terpendamlah....
Di dataran ...
Cinta dan dukanya......

Daud Ahmad
GAPESA
100118, Pusa

Sunday, 7 January 2018

SEKOLAH KU DULU (SK PUSA)

SEKOLAH KU DULU (SK PUSA)
Nukilan Daud Ahmad

Kini usang wajahnya
Sepi tiada penghuni
Menanti rebah tiada roboh
Dulu cantik sekarang hodoh

Cukup banyak baktimu
Hanya tinggal kenangan
Yang pahit menjadi indah
Yang indah nak kuulang semula

Sejak ada bangunan batu
Sekolah Ku ini..
Seperti tiara bakti...

Tenanglah sekolah Ku dulu...
Menanti musnah telah berganti
Mungkin esok
Tapak tercacak sejarah sendiri...

Daud Ahmad
GAPESA
070118, Pusa

MEKAR YANG SAMAR (SMK PUSA)

MEKAR YANG SAMAR (SMK PUSA)
Daud Ahmad

Sedih...
Menitip seribu kenangan lampau...
Terpaku dalam igauan
Telah berdekad berlalu...
Wajahnya ....
Hanya sedikit berubah....

Telah lahirnya di sini
Sedikit cendekiawan....
Bahkan ada yang meneruskan
Dalam mencari rentak kehidupan
Bertapak rezeki di sini...

Tahniah pada warganya....
Dari yang dulu...
Kini....
Dan masa mendatang

Mengapa masih seperti dulu
Walau pernah bergelar....
Terbaik dalam bahagian
Keempat peringkat negeri...
Seolah tiada harapan untuk bekembang lebih jauh....
Dalam janaan kemesraan.....
Untuk anak anak watan mendatang....

Awal februari 1986....
Bernaunglah ....
Negara ku di sini...

Pilu hatiku....
Walau berdekad
Masih gah....
Menyambut ku di sini....

Disinilah.....
Aku menuntut sedikit kepandaian
Disinilah....
Bercanda gurau dengan teman
Disinilah....
Aku termenung sekali lagi....

Teruskan.....
Pada warga mu
Membina insan cemerlang
Di alaf globalisasi...
Biar aku menoleh kebelakang....
Dalam imbauan.....
Suka duka
Merentas masa berlalu....

Daud Ahmad
GAPESA
070118, Pusa

Saturday, 6 January 2018

AYAH 2

AYAH 2

Ayah...
Pinjami aku hatimu
Agar aku belajar bagaimana
Engkau menghadapi masalah tanpa mengeluh sedikit pun.

Ayah...
Pinjami aku hatimu
Agar aku ikut merasakan atas resah yang sering kau cerita dalam diammu.

Ayah...
Pinjami aku hatimu
Agar aku faham bagaimana rasanya
Berteduhkan panas, bermandikan hujan

Ayah...
Pinjami aku hatimu
Agar aku belajar tentang pengorbanan, airmata dan doa

Sebuah inspirasi hidup
Didikan semulajadi yang cukup bermakna
Terima kasih Ayah.

Namoku Payjai
Ayahanda Hj Jabat b. Jahiri
04 April 2017, Selasa
GAPESA

DIIRINGKAN DENGAN DOA

DIIRINGKAN DENGAN DOA
Daud Ahmad

Dalam ruang menjajah semangat
Laungan keyakinan memuncak tinggi
Bergagah berjuang demi bumi
Dibendung cabaran sanggup digalas

Tabahnya hatimu...
Kuatnya jiwamu
Dimengertikan....
Setiap yang pernah digerhayu gurau mu..

Akan bertitip....
Semangat yang diteruskan
Pada bermulanya punca
Dari jiwa seorang lagenda

Teruskanlah.....
Aduhai.... Penyambung waris tahta
Bangkitlah dengan semangat lebih waja
Demi menyambung akan citanya

Usahlah menjadi pelemah...
Dengan perginya
Panglima gagah....
Beliau bukan menyerah kalah

Rempuhlah.... Wahai pewaris tahta
Juangkan....
Keinginan yang semakin memuncak
Walau menangis seluruh kenyalang
Semangatnya tetap utuh...

Perginya si lagenda....
Tiada sekali melatah.....
Tapi terus melangkah gagah

Perginya.....
Diiringkan dengan doa....

Daud Ahmad
060118, Sabtu
GAPESA

SAMPAN KAYU, MANUSIA DAN ARUS SUNGAI

SAMPAN KAYU, MANUSIA DAN ARUS SUNGAI

Sampan dari Kayu,
Menyusuri Sungai,
Sekeras kayu yang kukuh,
Sekukuh jiwa kental yang menuntut rezekinya,
Sehebat ciptaanNya yang membelah arus sungai,
Sesempurna iman dan tawakal yang bekerja siang malam dgn kudrat Allah demi syafaat selagi nyawa,
Sedalam iring doa,
Sesempurna ketentuan dan aturanNya,
yang mencukupi segalanya,
tiada lbh tiada kurang,
Sebijak akal dan fikir,
Yang menjelajah lapangan ilmu,
Seluas bumi dan langit,yang menjadikan renungan dan pengahayatan mencari jalan pulang bg mereka yang tekun dan rajin mencari dan berfikir,

Belajar dari susah org utk meneruskan kehidupan,
Jangan memuja kekayaan org yang belum tentu ke tangan kita,
Cemburui keilmuan org yang menyempurnakan kemanusiaan dan ke
Tuhanan mereka.
Siapkan diri sementara ada Nyawa.

Hidup kita abadi bersama Allah bukan manusia.
Hidup kita berarti dgn Insaniah bukan harta yang Mewah.

Dan sampan Kayu,manusia dan Arus Sungai,
Dunia,Diri sendiri dan Allah.

SATU.

AZLAN RUMADI
www.azlanrumadi.blogspot.my
Islamic Information Centre
06012016

#IslamicInformationCentre

Friday, 5 January 2018

MASALAH

MASALAH

Sik ada masalah,
jangan carik masalah,
mun ado masalah,
janganlah ditambah masalah.
mun tengah resah dan gundah,
adanya Allah tempat berserah,
jangan sesekali menurut amarah yang marah.
sebelum arah dan akidah goyah dan berubah.

ah! Merah darah yang bak api menyimbah,
sumpah seranah dicanang syaitan iblis yang dari jiwa bermadah,
esmu berubah, kesumat berumah,
mengundang puput angin bala musibah,
Jangan sampai langkah bedebah mengundang petaka bak air bah.

Hadapilah masalah dengan sembah pada Allah,
tiadalah diri rebah menjadi korban dan arwah,
Doa ditadah dalam santun diri yang rendah,
Menangkis musibah,
Gah melangkah kelak ke rahmatullah penuh maruah insaniah.

Jangan marah,
kelak neraka berumah,
Tawakal dan berserah,
Tenang dan tabah kunci pintu syurga yang terserlah,
Lidah disebalik Al Kautsar bertitah,
Makrifat terpanah membongkar rahsia amanah.
Dari doa ke telapak tangan si Kudrat Allah.

Diri kita yang unggul dibakar usah,
Kepadanya jua apa yang sudah lalu berserah.
Hadapi dengan gagah dan tabah,
Masalah pasti goyah dan takut tunduk menyembah.
Hanya sebaik- jalan serahkan pada Allah.

5 Januari 2018
Azlan Rumadi.

IBU

IBU
Namoku Payjai

Ibu...
Ingin  aku memelukmu
Ingin ku lafazkan sayang
Inginku ucapkan terima kasih
Walau ku sering membuatmu sedih
Cinta dan kasih sayangmu tetap utuh
Buat anakmu

Ibu...
Maafi anakmu ampuni dosa anakmu
Di atas kesalahanku
Tidak pernah buatmu membenciku
Begitu tabah dan sabarnya dirimu
Melayani kerenah anakmu

Ibu...
Dalam dunia penuh dugaan dan cabaran
Menghadapi liku dan kesulitan hidup
Engkau mengajariku
Berjuang untuk terus hidup

Ibu...
Tidak ada galang gantinya
Tidak ada yang bisa menandingimu
Tidakku bisa membalas segala jasa budimu
Keranamu sungguh mulia
Kerana dirimu sungguh murni
Insan agung dan teragung bagiku
Engkaulah Ibuku
Terima kasih ibu

Namoku Payjai
Ibuku Hjh Rafiah bt Hj Adenan
05 Disember 2018, Jumaat

SUNGAI RIMBAS, BUAYAMU KIAN MENGGANAS! ( DALAM MENGENANG MANGSA KE-4)

Sungai Rimbas, buayamu kian mengganas!
(dlm mengenang mangsa ke-4)
_____________
Cikgu Justi Amban

Tangis pecah lagi
di laman daerah terpencil ini
satu demi satu
direntapnya
lemas dan hilang di bawah arus
dan nantinya tahlilan bersambung lagi

Sungai Rimbas
yang dulu cukup mesra
dengan udang dan baung
berisi manis
dengan sembilang dan bulu
lemak dan lembut
kini sungai ini
bagai lubuk yang ngeri
si bedal timbul sesukanya
menunggu mangsa
yang terleka.

Siapakah yang seterusnya
direntap ke dasarmu?

hja
serambipuisi
050118saratok.

Nukilan : cikgu Justi Amban

Monday, 1 January 2018

NIKMATNYA

NIKMATNYA
NamokuPayjai

Nikmatnya....
Menghirup udara pagi
Tanda jasad masih bernyawa
Menyembah sujud tanda mensyukuri
Simbolik ucapan terima kasih
Kepada yang Esa sudah tentunya

Nikmatnya...

Berada di bumi Malaysia
Sarawak bumi Kenyalang sudahlah tentu
Tempat lahir tumpah darahku
Sumpah setia sehidup semati
Di negeri yang bertuah ini

Nikmatnya...

Melihat kehijauan yang terbentang
Terdampar luas di kejauhan sana
Bukit dan gunung masih gagah berdiri
Bukti nyata ciptaan Ilahi
Buat hamba-hambanya hidup di bumi

Nikmatnya...

Kita sendiri jua yang merasai
Mensyukuri anugerah tapuk dada tanyalah hati
Meminta bila susah berkali-kali
Kecewa bila pemintaan tidak diberi
Nampak sungguh kurangnya iman di dalam hati

Nikmatnya...

Harus kita syukuri
Harus kita Tatapi
Sujudlah pada Ilahi
Memanjat doa mendekatkan diri
Meneguhkan iman mensucikan hati
Dalam merasai nikmat yang diberi

#NamokuPayjai

SELAMANYA

SELAMANYA
Azlan Rumadi

Sebuah Tebingan Tua,
Menyimpan pelbagai ceritera Penghuni kampung yang membesarkan jiwa,nyawa dan nyawa.

Kampungku,
Permai dan damainya,
Tanah kelahiranku

Arus sungai yang mengalirkan
liku liku hidup,
melimpahkan daya dan kudrat,
nadi desa,
Kurniaan Ilahi.

Kampung Pusa,
SELAMANYA

AZLAN RUMADI
www.azlanrumadi.blogspot.my
Kampung Hilir Pusa
01012016